https://travel.detik.com/dtravelers_stories/u-4736222/serunya-arung-jeram-di-situ-cileunca
Dimuat 29 Oktober 2019
Situ Cileunca di kawasan Bandung Selatan punya wisata arung jeram yang memacu adrenalin. Kamu berani coba?
Sejarah
rafting bermula ketika Mayor John Wesley Powell seorang tentara USA
tahun 1869 menyusuri sungai Colorado dengan perahu kayu susun yang
melintasi gugusan tebing raksasa Grand Canyon.
Dalam
perkembangannya, aktivitas rafting menyusuri sungai dengan mengadaptasi
penggunaan perahu bermaterial khusus kemudian menjadi salah satu jenis
olah raga high risk yang populer termasuk di Indonesia yang kita kenal
dengan Arung Jeram.
Arung Jeram menjadi olahraga petualangan
sekaligus wisata dan rekreasi keluarga yang menantang dan berisiko
sekaligus membutuhkan stamina yang prima dan kehati-hatian yang tinggi.
Hal
inilah yang ditawarkan oleh beberapa pengelola rafting di Situ
Cileunca, Pangalengan Bandung Selatan yang jeli melihat animo masyarakat
yang besar dan terutama didukung oleh eksotisme sungai Palayangan yang
sumber airnya berasal dari Situ Cileunca.
Sebagai salah satu
tempat latihan atlet dayung nasional, situ Cileunca yang berada di
kawasan Bandung Selatan relatif mudah dicari dan gampang didatangi.
Situ
Cileunca berada di ketinggian 1550 M dpl dan dikelilingi oleh dua
perkebunan teh Malabar yang dikelola PTPN VIII. Situ Cileunca sendiri
merupakan danau buatan waktu jaman Belanda tahun 1926 yang sampai saat
ini berfungsi sumber air tenaga listrik, cadangan air bersih kota
Bandung dan tempat pariwisata.
Dengan dikelilingi dataran tinggi
teh, udara yang sejuk dan panorama alam yang menarik. Situ Cileunca
menjadi salah satu daya tarik tersendiri di samping obyek wisata lainnya
di Bandung Selatan seperti Situ Patenggang, Kawah Putih atau Ranca
Upas. Sumber air yang menggenangi 180 hektar Situ Cileunca berasal dari
Situ Panunjang yang ukurannya lebih besar dari Situ Cileunca dan
pembuangan air dari situ dialirkan melalui sungai Palayangan.
Debit
air sungai Palayangan yang bisa diatur sehingga deras arus air relatif
stabil dan kontur bebatuan yang menawan menjadi penguji plus andrenalin
pengunjung dalam berarung jeram di sungai Palayangan meskipun dalam
musim kemarau sekalipun.
Pengunjung tidak perlu khawatir benar
jika tidak biasa berarung jeram. Sebelum memulai arung jeram, pengunjung
akan mendapat tutorial singkat seputar keamanan dan instruksi yang
harus dipatuhi agar petualangan berjalan lancar sembari ditentukan
proporsi yang pas dalam satu perahu arung jeram oleh pemandu.
Umumnya
satu perahu berisi empat atau lima orang dengan satu pemandu. Setelah
itu, petualangan pengunjung dimulai dengan belajar mendayung di Situ
Cileunca menuju ke titik awal petualangan arung jeram (put in) di sungai
Palayangan.
Ternyata pengunjung harus turun dari perahu dan
naik tangga terlebih dahulu kemudian menyeberangi jalan yang di atasnya
menuju sungai Palayangan sebagai titik awal arung jeram karena antara
sungai Palayangan dan Situ Cileunca dipisahkan oleh jalan raya.
Arus
sungai Palayangan yang jernih namun deras dan aksi pemandu yang
menurunkan perahu arung jeramnya dari bantaran sungai ke aliran sungai.
Menjadi
salah satu atraksi tontonan yang cukup menarik dan memicu andrenalin
kita melonjak lebih kencang sebelum kegiatan petualangan arung jeram
sebenarnya dimulai. Setelah semua peserta berkumpul, pemandu akan
mengarahkan formasi dalam satu perahu arung jeram yang tidak berbeda
dengan yang ada di Situ Cileunca.
Ini menjadi satu hal yang
krusial karena keseimbangan dan daya gerak laju perahu arung jeram akan
sangat tergantung pada formasi itu.
Petualangan arung jeram
membelah hutan pinus di area pegunungan Malabar itu dimulai dari jeram
kecil hingga sampai ke garis finish kira-kira menempuh waktu 1,5 jam.
Sepanjang
pengarungan, pengunjung akan merasakan excited-nya mengarungi tiga
jenis jeram yang cukup menguji ardenalin di antaranya jeram blender,
jeram domba dan jeram sexy.
Belum alur sungai yang
berkelok-kelok dan kontur batu yang tersebar tetapi tidak cukup lebar
penampang sungainya membuat petualangan arung jeram di sini cukup
menantang.
Kadang kala perahu sama sekali tidak bergerak karena
terjepit oleh bebatuan yang besar-besar di dasar sungai. Untuk itu,
kelihaian pemandu dan instruksi yang harus ditaati serta kerjasama
pengunjung sangat membantu laju perahu arung jeram sampai dengan titik
akhir petualangan arung jeram di hutan pinus Rahong. Tradisi tawuran
perang air antar pengunjung menambah serunya petualangan arung jeram di
sungai Palayangan, Situ Cileunca.
pada tapak-tapak kaki yang merangkak berjalan, pada mimpi-mimpi indah yang menjauh di angan, pada rasa-rasa yang makin membeku, dan pada ketegaran jiwa yang makin mengerucut.....
Agenda Ekonomi Syariah dan AM IMF-WB 2018
Dimuat di Kanigoro.com 29 Agustus 2018 Annual Meeting International Monetary Fund-World Bank (AM IMF-WB) akan digelar di Nusa Dua Bali t...
-
I. PENGERTIAN PEMIMPIN / MANAJER Pemimpin adalah inti dari manajemen. Ini berarti bahwa manajemen akan tercapai tujuannya jika ada pemi...
-
I can’t stay now, I’m just wait now My hand they grow so impatient Many things I’ve got to do now for the first ray of the morning Though s...
-
Tidak menjadi penting lagi sebuah alasan ketika sebuah keputusan untuk berperang sudah dilakukan Tak perduli kebohongan atau kebenaran yang...